Seminggu sudah The Associates mulai bekerja di Earfultime, semuanya berjalan lancar. Sungguh. Namun, dengan tiba-tiba, Vania sang Kepala HRD menuju ruangan Raka dengan langkah cepat dan wajah tidak senang. Samar-samar terdengar bahwa terjadi kesalahan penginputan data dari semua divisi. Bahkan, pengeluaran finansial menjadi sangat besar. Raka segera memanggil Kean untuk berbicara empat mata setelah Vania keluar.

Kenapa bisa sampai merugi? Kalian ini becus tidak sih merekrut orang baru? Ini kalau sampai Pak Gerald tau, hancur sudah perusahaan ini,” ucapnya ketus kepada Kean.

Kean mulai menjelaskan, “Pengeluaran dari pembelian properti untuk project kali ini cukup besar, Pak. Jadi, anak-anak Content—

Penjelasannya terpotong oleh celotehan Raka. “Halah, banyak sekali alasan. Harusnya bisa di-PRESS semurah dan sekecil mungkin. Panggil Kepala Content Production, Publishing, dan Campaign. Sekarang!

Kean menatap Raka sejenak, lalu berbalik badan sambil melangkahkan kakinya menuju pintu keluar. Ia menghela napas sebelum memanggil teman-temannya: Alyssa, Laven, dan Manisha.

Mereka berempat berdiri di hadapan Raka. Kembali, Raka memarahi mereka, meningkatkan volume suaranya dan membentak tanpa henti. Mereka tetap memperhatikan, meskipun rasa gusar mulai muncul.

Kean yang pertama mengangkat suara. “Baik, Pak. Akan kami perbaiki dan cari tau data mana yang salah,” ucapnya tegas. Namun dalam hati, ia menggerutu, ‘Anying lah boga atasan jiga bagong. (Anjir lah punya atasan kayak ⍝◜ᐢ•🐽•ᐢ◝⍝₎)

Laven menatap Raka dan mengangguk, sambil berpikir, ‘Den lakak palo gaek ni santa lai. (Gua pukul kepala orang tua ini sebentar lagi.)’

Sementara itu, Alyssa hanya cengengesan sambil memainkan jari-jarinya. “Iya, Pak. Nanti saya revisi dulu dengan tim,” katanya mengikuti jawaban Kean. Manisha hanya mengangguk singkat tapi dalam hati sangat ingin memukul Raka. “Kalau begitu kami permisi, Pak,” ucapnya, lalu menjadi yang pertama keluar ruangan karena kepalanya juga hampir pecah mendengar celotehan Raka yang tidak ada habisnya. Akhirnya, mau tidak mau, mereka harus mencari tau di mana letak kesalahan itu dan siapa yang menyebabkannya.

Saat Alyssa hendak kembali ke mejanya, pandangannya terhenti pada potongan kertas yang tampak baru saja disobek dan dibuang di dekatnya. Meski tidak utuh, potongan itu terlihat cukup jelas untuk dicurigai. Ia segera memanggil ketiga temannya. Tanpa banyak bicara, mereka sepakat untuk mencari potongan lainnya, dibantu oleh The Associates yang mereka percayai.

Meet the team

Usai terbagi menjadi tiga kelompok kerja, mereka pun mulai meraba-raba, menebak masalah misterius apa yang sebenarnya sedang menunggu mereka di depan.

Decrypt the Unknown