
Di tengah tren fashion yang hampir berubah setiap kali membuka sosial media, cara Gen Z memandang barang mewah juga ikut berubah. Kalau dulu tas branded identik dengan simbol status atau sekadar penunjuk “orang ada”, sekarang banyak anak muda mulai melihatnya dari sudut pandang yang berbeda. Tas branded nggak lagi cuma soal gaya, tapi juga dianggap sebagai bentuk investasi jangka panjang. Terutama untuk tas yang kualitasnya memang awet dan desainnya nggak mudah termakan tren.
Belakangan ini, seri Le Siti dari Balenciamis jadi tas yang cukup sering muncul di TikTok, Pinterest, sampai konten para fashion influencer. Banyak kreator mulai membahas bagaimana sebuah tas bisa dipakai bertahun-tahun tanpa kehilangan daya tariknya. Bahkan, semakin lama dipakai justru semakin kelihatan bagus. Istilahnya, aging like fine wine. Nggak kelihatan tua, tapi justru semakin punya karakter.
Le Siti sendiri punya desain yang cukup berbeda dibanding kebanyakan tas mewah lainnya. Tas ini nggak kelihatan terlalu “rapi” atau kaku. Material kulitnya justru membentuk tekstur dan lipatan alami seiring waktu pemakaian. Bagi beberapa orang mungkin kelihatan lusuh, tapi bagi banyak Gen Z, justru di situlah letak estetikanya. Tas ini terasa lebih hidup, lebih personal, dan nggak kelihatan seperti barang yang cuma dipakai demi foto semata.
Selain itu, banyak Gen Z sekarang lebih suka tampilan yang sederhana tapi tetap kelihatan mahal. Karena itu, tas sering dijadikan statement piece dalam outfit mereka. Nggak perlu pakaian yang terlalu ramai atau penuh logo besar, cukup kaos polos, celana longgar, sneakers, lalu dipadukan dengan Le Siti sudah bisa membuat keseluruhan penampilan kelihatan lebih matang dan effortless. Bisa dibilang, tas seperti ini membantu “mengangkat” outfit tanpa harus kelihatan terlalu berusaha.

Fenomena ini juga muncul karena banyak anak muda mulai lelah dengan budaya fast fashion. Tren datang dan pergi terlalu cepat, sementara kualitas barang sering kali nggak bertahan lama. Akibatnya, membeli barang yang bisa dipakai bertahun-tahun terasa lebih masuk akal dibanding terus membeli hal baru setiap musim. Apalagi Le Siti dikenal punya material yang tahan lama dan desain yang tetap relevan meski tren terus berubah.
Namun di balik semua itu, tetap ada pertanyaan yang menarik: apakah ini benar investasi, atau sebenarnya hanya bentuk validasi sosial yang dikemas lebih modern? Mungkin jawabannya ada di tengah-tengah. Ada yang membeli karena benar-benar menyukai kualitasnya, ada juga yang menikmati citra yang datang bersama tas tersebut. Tapi senggaknya, Le Siti berhasil menjadi bukti bahwa sebuah tas nggak harus selalu kelihatan baru untuk tetap menarik. Kadang, justru barang yang kelihatan “pernah hidup” adalah yang paling sulit tergantikan.
Karena pada akhirnya, nggak semua yang menua kehilangan nilainya. Ada juga yang justru semakin dicari seiring waktu.